
Dalam waktu dekat ini tepatnya tanggal 30 April, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) akan mengadakan acara “Peluncuran dan Bedah Buku”. Acara ini sendiri akan bertempat di Aula Utama Gedung A3 UM. Buku yang akan dibedah merupakan buku karya Peter Carey yang berjudul “KUASA RAMALAN, Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa (1785-1855)”.
Peter Carey lahir di Bacchus Marsh di Victoria pada tahun 1943, dan kemudian dididik di Monash University, di mana dia belajar ilmu pengetahuan. Carey pindah dari Melbourne ke London dan kemudian ke Sydney sebelum menetap di New York pada akhir 80-an di mana dia mengajar penulisan kreatif di Universitas New York.
Selain Peter carey, satu tokoh lagi yang akan hadir adalah Prof. Dr. Ing Wardiman Djojonegoro, beliau merupakan Mantan Menteri Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia. Beliau menjabat pada tahun 1993 hingga tahun 1998 di bawah pemerintahan Presiden Soeharto dalam Kabinet Pembangunan VI.
“Kuasa Ramalan”
Jawa semasa Diponegoro hidup, yaitu pada abad 18 dan 19 merupakan gambaran yang tepat untuk tema suatu zaman yang membawa suatu arus baru bagi dunia menuju ke zaman modern ini. Masa itu, yang diawali dengan revolusi perancis, mengikuti siklus “Revolusi, Reaksi, Reformasi”. Peter Carey, yang disebut Romo Banar sebagai sarjana lelana asal Inggris (Oxford)–membaktikan 30 tahun hidupnya untuk menulis tentang Pangeran Diponegoro dan Perang Jawa yang dahsyat itu.
Peter Carey menggambarkan secara runtut perkembangan Pangeran Diponegoro sebagai seorang Muslim yang saleh dan pemberani, sekaligus pemimpin perang melawan penjajah Belanda pada 1825-1830. Pribadi dan kepahlawanannya diceritakan berdasarkan sumber Belanda dan Jawa.
Carey berpendapat, Pangeran Diponegoro merupakan seorang visioner yang berani berbeda pendapat dengan Kiai Mojo mengenai hubungan dengan orang Eropa. Menurut Pangeran Diponegoro, menjalin hubungan dengan orang Eropa perlu, dengan tiga syarat. Pertama, bila orang Belanda masuk Islam, maka jadikan orang itu sebagai saudara sekalipun pada akhirnya ia pulang ke negaranya. Kedua, orang Eropa dalam urusan dagang hanya boleh berdagang di pesisir yaitu Batavia dan Semarang. Ketiga, dalam urusan sewa-menyewa dan perdagangan, orang Eropa harus menggunakan harga wajar.
Carey menyimpulkan, hal itu menunjukkan Pangeran Diponegoro adalah pemimpin yang berpikiran jauh ke masa depan, yang memikirkan globalisasi bukan sesuatu yang bisa dihindari. Lambat laun pasti globalisasi akan terjadi.
Risalah singkat dapat diunduh dari link di bawah ini
http://www.scribd.com/doc/84448111/2012-Kuasa-Ramalan-by-Peter-Risalah-Diponegoro
FOTO DAN CD WISUDA SEMESTER GASAL 2011/ 2012 SUDAH BISA DIAMBIL DI FAKULTAS PADA JAM KERJA
KASUBAG TU FIS
R.J. HERRY SOEWITO
Diberitahukan Kepada Seluruh Ketua Offering Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (Jurusan HKN, GEOGRAFI, dan SEJARAH) agar segera mengambil kalender 2012 di TU Fakultas Ilmu Sosial
PEMBANGUNAN GEDUNG FIS TAHAP 1
Tanggal 18 Agustus 2011 Fakultas Ilmu sosial telah resmi membangun gedung baru. Pembangunan gedung ini sendiri ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Rektor Universitas negeri malang, bapak Prof. Dr. H. Suparno. Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Rektor yang disampaikan kepada Dekan Faklutas Ilmu Sosial Prof. Dr. Hariyono, M. Pd.
Pada saat sambutan, dekan Fakultas Ilmu Sosial menekankan bahwa gedung baru nanti dapat membawa manfaat tidak hanya bagi Fakultas Ilmu Sosial, akan tetapi juga membawa manfaat bagi Universitas Negeri Malang, serta mampu memberikan manfaat secara nyata kepada mahasiswa Universitas Negeri Malang, Khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ilmu [...] Continue Reading…
