KAMPANYE PEMILU RAYA FIS UM TAHUN 2022

Pada hari ini Selasa, 6 Desember 2022 Komisi Pemilihan Umum Fakultas Ilmu Sosial telah mengadakan kegiatan kampanye Pasangan Calon (Paselon) untuk Ketua DMF, BEM , HMD dan HMP untuk periode Tahun 2023 bertempat di Lobby Gedung A6 Fakultas Ilmu Sosial.

Selaku Pembuka pada acara ini Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dr. Ari Sapto, M. Hum menyampaikan agar kegiatan Pemilu Raya ini dilaksanakan dengan aman dan tertib, tidak ada gesekan antar mahasiswa pendukung paselon dan mengedepankan aturan-aturan yang telah disepakati bersama. pimpinan fakultas memberikan keleluasan bagi mahasiswa untuk memanfaatkan sebaik mungkin. Untuk itu manfaatkan event pemira ini untuk belajar berdemokrasi. Kami beri keleluasaan, siapapun boleh menjadi pemimpin mahasiswa, dari unsur manapun. Asal memiliki kompetensi dan anda bertanggung jawab pada keleluasaan tersebut,”tutur dekan.

Selain itu dekan juga berpesan agar siapapun kandidat yang terpilih mampu membuka mindset anak muda dengan program-program yang bermanfaat nantinya. “Saya yakin pasang kandidat ini adalah mahasiswa-mahasiswa terbaik. Siapapun nanti yang menjadi Ketua, ini adalah kesempatan untuk menjadi contoh yang baik bagi masyarakat anda. Lakukan perubahan yang dimulai dari diri sendiri dulu. Sebelum kita mampu memimpin, maka anda harus jadi contoh yang baik untuk masyarakat yang anda pimpin,”imbuh dekan.

PELANTIKAN PANITIA PENGAWAS PEMILU DAN KOMISI PEMILIHAN UMUM FAKULTAS ILMU SOSIAL TAHUN 2022

Bagian akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial pada hari ini senin tanggal 21 November Tahun 2022 telah melaksanakan pelantikan pengurus Panitia Pengawas Pemilu (PANWAS) dan Komisi Pemilihan Umum Fakultas (KPF) Periode Tahun 2022.

Pada kesempatan ini Dekan Fakultas Ilmu Sosial yaitu Dr. Ari Sapto, M.Hum menyampaikan pesan kepada para mahasiswa yang terpilih sebagai panitia agar selalu mengedepankan Pemilu yang aman, jujur dan adil. Tugas Panitia Pengawas Pemilihan adalah untuk mengawasi jalannya proses pemilihan raya dari awal pencalonan sampai dengan pengumuman akhir hasil perolehan suara yang di dapat masing-masing calon, sedangkan untuk Komisi Pemilihan Umum Fakultas berkewajiban untuk mematuhi dan menjalankan paraturan pelaksanaan Pemilihan Raya sesuai dengan ketentuan tingkat Universitas Negeri Malang, masing- masing panitia diharapkan mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang diterima dalam penyelenggaraan Pemilihan Raya, memelihara arsip dan dokumen, membuat berita acara harian dalam setiap tahapan Pemilihan Raya, dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada pimpinan tingkat fakultas.

SELAMAT PADA MAHASISWA FIS UM LOLOS PIMNAS-35 TAHUN 2022

Sebanyak 2 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Fakultas Ilmu Sosial telah menuju Pekan Ilmah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-35 tahun 2022. Mahasiswa atas nama Ainiyatul Febri Mahiyah dari Departemen Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) dengan judul “Bogi Books: Inovasi Buku Cerita Bergambar Berbasis Linguistik dan Auditori Untuk Anak Pendidikan Dasar Sebagai Antisipasi Sexual Harassment“dan Khusnul Khotimah dengan judul “Culga: Inovasi Boardgame Media Pembelajaran Terintegrasi Qr Code sebagai Upaya Meningkatkan Rasa Cinta pada Budaya Lokal”. keduanya masuk dalam kategori skim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K).

Dalam PIMNAS tahun ini akan diikuti 374 tim dari 97 perguruan tinggi di Indonesia. Ke-374 tim ini sebelumnya telah melalui serangkaian seleksi bersaing dengan ribuan tim lainnya.

Secara keseluruhan PIMNAS 2022 ini UGM menduduki urutan pertama sebagai peserta terbanyak yang meloloskan tim PKM yakni sebanyak 47 tim, selanjutnya diikuti IPB 34 tim, Universitas Brawijaya 32 tim, ITS 30 tim, dan Universitas Negeri Malang 20 tim.

WEBINAR BELA NEGARA DENGAN TEMA “KETAHANAN IDEOLOGI PANCASILA”

FIS UM, bidang kemahasiswaan telah menyelenggarakan Webinar Bela Negara yang diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2022. Kali ini tema yang telah dibahas yaitu tentang “KETAHANAN IDEOLOGI PANCASILA”. Hadir sebagai pemateri adalah Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, selain sebagai dosen di departemen sejarah beliau adalah mantan Wakil Ketua BPIP RI.

Selaku pembuka pada acara tersebut adalah Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd beliau adalah Dekan FIS UM. Masuk pada sesi materi Prof. Dr. Hariyono, M.Pd menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai wadah untuk memberikan kontribusi dini yang nyata dalam hal penguatan ideologi negara, karena Pancasila merupakan ideologi negara, pedoman hidup, serta jati diri Bangsa Indonesia yang tentu saja harus tetap dipertahankan sampai kapan pun . Pancasila merupakan harga mati, kenapa bisa dikatakan seperti itu? Karena jika Pancasila bukan harga mati maka negara ini bisa bubar kalau tidak ada Pancasila,” ujarnya. Karena di Indonesia ini kita mengetahui bahwa kita hidup dengan berbagai agama, suku, bangsa, dan ras. Satu-satunya yang bisa ada di tengah-tengah dari keberagaman itu, dan yang bisa mempersatukan semuanya hanyalah Pancasila tidak ada ideologi lain, baik relasi antara negara dan agama, relasi antara suku, budaya, dan sebagainya. Dan hanya Pancasila yang bisa melakukan hubungan hubungan itu.

berikut daftar mahasiswa penanya terbaik menurut moderator:
Dwi Novitasari NIM. 220761611419
Geardena Putra Yuli Riadi NIM. 220761611448
Veldira Cahya NIM. 220761611449
Syifa Aghniya Putri Ertrisia NIM. 220732600947
Muhammad Reza Satria Dewangga NIM. 220732603667

Silahkan Download Sertifikat Peserta: Klik di sini

Webinar Bela Negara Bagi Mahasiswa Angkatan 2022 Dengan Tema “Wawasan Kebangsaan”

(FIS UM): Dalam rangka menumbuhkan pemahaman wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalisme di kalangan mahasiswa, Bagian Kemahasiswaan mengundang Prof. Dr. Suko Wiyono, SH, M.Hum sebagai salah satu narasumber Webinar Wawasan Kebangsaan bagi Mahasiswa Angkatan 2022.

pemateri memaparkan bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa yg telah menegara tentang diri dan lingkungannya dlm eksistensinya yg serba terhubung (melalui interaksi dan interelasi) dan dalam pembangunannya di lingkungan nasional (termasuk lokal dan proposional), regional dan global.

hal – hal tersebut ( rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan ) satu sama lain saling berkaitan & saling mempengaruhi, dgn penjelasan antara lain  :

pertama, rasa kesetiakawanan sosial, akan mempertebal semangat kebangsaan suatu bangsa. kesetiakawanan sosial, mengandung makna adanya rasa satu nasib & sepenanggungan dlm kehidupan ber-bangsa & bernegara.

kedua, semangat rela berkorban.

  • kesediaan utk berkorban demi kepentingan yg lebih besar / demi negara & bangsa telah mengantarkan bangsa indonesia utk merdeka, lepas dr penjajahan.
  • sbg bangsa yg besar sepatutnya kita semua wajib menghormati para pahlawan pejuang kemerdekaan & para pemimpin bangsa.
  • secara jujur kita akui bahwa pd saat sekarang kondisi jiwa semangat berkorban bangsa indonesia sudah mengalami erosi, yg ada sekarang adalah rela mengorbankan orang banyak demi terwujudnya kepentingan pribadi, kelompok maupun golongannya.

ketiga,  jiwa patriotik.

  • bagi bangsa yg ingin maju dlm mencapai tujuannya, disamping memiliki semangat rela berkorban, juga hrs didukung dgn jiwa patriotik yg tinggi
  • bagi semua komponen bangsa, jiwa patriotik ini hendaknya sdh menjadi darah daging dlm kehidupannya.

berikut daftar mahasiswa penanya terbaik menurut moderator:
Novia Intan Wulandari NIM. 220751601651
Novan Ramdani Ridwan NIM. 220722609508
Diva Nur Harisma NIM. 220741600898
Mailahaerani Syafei NIM. 220722609631
Rachma Aulia Hasan NIM. 220721603055

Silahkan Download Sertifikat Peserta: Klik di sini

Webinar Bela Negara Bagi Mahasiswa Angkatan 2022 Dengan Tema “Wawasan Nusantara dan Pemuda Menghadapi Tantangan Zaman”

Pada tanggal 2 Oktober 2022 Fakultas Ilmu Sosial bidang kemahasiswaan telah menyelenggarakan kegiatan Webinar Bela Negara dengan tema yang menarik yaitu Wawasan Nusantara dan Pemuda Menghadapi Tantangan Zaman, selaku pemateri pada kegiatan ini adalah Letkol. Inf. Abdul Rahman, M.Si DANRINDAM V/ BRAWIJAYA.

Pemateri menyampaikan bahwasannya wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa terhadap diri dan lingkungannya dengan tujuan menjaga kesatuan dan persatuan, serta keutuhan bangsa Indonesia. Dengan adanya pemahaman akan Wawasan Nusantara, bangsa Indonesia akan menjadi kuat dan semakin diakui oleh dunia, serta mampu menghadapi ancaman dari luar. Maka dari itu, penting bagi masyarakatnya untuk memahami Wawasan Nusantara, terutama bagi mahasiswa.

Dampak masuknya budaya asing :
Individualistis
terjadinya sikap mementingkan diri sendiri yg berakibat kurang peduli terhadap lingkungan sekitar (apatis)
Materialistis
sikap mementingkan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi karena hubungan sosial dijalin berdasarkan kesamaan kekayaan, kedudukan sosial atau jabatan
Sekulerisme
mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama
Hedonisme
timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros karena status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaannya
Pornografi
tersebarnya nilai-nilai budaya yang melanggar nilai-nilai kesopanan dan budaya bangsa melalui media massa
Free Sex
perilaku sex bebas dengan tidak melihat umur, mulai dari anak-anak hingga dewasa

Cara mengantisipasi dampak buruk budaya asing masuk kedalam budaya lokal di Indonesia, terkhusus mengantisipasi generasi muda,untuk mencegah dampak buruk ini diperlukan Keikut sertaan dari berbagai kalangan terpenting dukungan dari kepemerintahan, dan dari lingkungan sekitar kita misalnya ustad, selain itu seorang yang memiliki wawasan luas tentang kebudayaan dan yang paling penting orang tuanya.

berikut daftar mahasiswa penanya terbaik menurut moderator:
Putri Wulandari Sugiarti NIM. 220711605487
Ahmad Fikri NIM. 220722608985
Sheiren Kieke Nirwana NIM. 220721603632
Khoyrul Bariyah NIM. 220741609603
Nuril Yanabillah Winirayanto NIM. 220722601739

Silahkan Download Sertifikat Peserta: Klik di sini

TIM RISET HI SIVI UM LAKUKAN EKSPLORASI SITUS SEJARAH DI LERENG GUNUNG ARJUNA

Gunung Arjuna menyimpan saksi adanya aktivitas yang dilakukan dimasa lampau. Peninggalan sejarah yang masih tersisa menjadi bukti adanya peradaban dimasa lampu. Arjuna Menjadi salah satu gunung yang tertulis pada kitab tamtu pagelaran. Untuk menjaga kestabilan pulau Jawa dipindahlah gunung Mahameru atau Meru dari india tepatnya di benua Jambudwipa sebagai pusat alam semesta. Dalam ajaran agama hindhu gunung Mahameru yang dimaksudkan merupakan tempat persemayaman para dewa. Secara kontekstual pegunungan yang sering terlihat dari wilayah Malang termasuk kesatuan dalam konsepsi kepercayaan penciptaan pulau Jawa. Tepatnya pada hari Sabtu 29 Juli 2022 tim HiSiVi dari Universitas Negeri Malang melakukan napak tilas sejarah gunung Arjuna.

Berbekal dengan semangat dan tekad dengan membawa surat izin penelitian dari BPCB Provinsi Jawa Timur, fakultas ilmu sosial, Taman Hutan Raya (Tahura R. Soeryo). Pesiapan peneliti mulai dari peralatan pendakian dan perbekalan yang menunjang saat penelitian.Team HiSiVi berangkat dari Universitas Negeri Malang menuju bascamp pukul 06.00 WIB. Team melewati jalur Purwosari yang melewati Desa Tambak Sari, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya tiba di Basecamp Pukul 09.00, kami melakukan registrasi dengan mengisi dan mengumpulkan formulir, disertai dengan surat keterangan Sehat, membayar administrasi. Sebagai tanda sudah diverifikasi dalam registrasi kami diberi karcis dan gelang tangan sebagai tanda pengenal. Tepat pada keberangkatan ini dalam kalender Jawa masuk dalam bulan Suro, sehingga team peneliti bertemu dengan orang-orang yang melakukan ritual atau para peziarah.

Perjalanan pendakian dari Tambak Sari menuju ke pos 1, Jalur yang dilewati landai dengan pemadangan pohon kopi di sepanjang perjalanan. Ontoboego merupakan situs pertama dalam jalur pendakian ini yang digunakan sebagai salah satu tempat pemujaan. Pada situs 1 ontoboego team bertemu dengan orang yang melakukan ritual pada gua ontoboego. Pada altar gua terdapat terdapat altar tempat menaruh sesaji, lebar mulut gua yang kira-kira hanya 1 m dengan kedalaman 1,5 m an. Didepan meja inilah yang digunakan sebagai ritual pemujaan. Pada kawasan situs ini terdapat pondokan yang dibangun untuk tempat beristirahat para peziarah atau pendaki, dilengkapi fasilitas toilet dan mushola. Salah satu kelompok peziarah yang mendoinasi yaitu Paguyuban Pawon. Team Hisivi melakukan wawawancara kepada beberapa orang yang dikategorikan sebagai informan yaitu para pengunjung/pendaki dan para peziarah yang melakukan ritual..Salah satu informan kami yaitu Juli kendil merupakan salah satu anggota dari paguyuban pawon. Beliau sudah melakukan ziarah ke situs gunung arjuno sejak tahun 2016. Tujuan nya datang ke situs gunung arjuno yaitu “Sowan teng leluhur” atau mendatangi leluhurnya. Secara rutin beliau dengan kelompok paguyubanya datang dengan tujuan ritual setiap bulan “selo lan suro” dalam penggalan Jawa. Tujuan pokok yang mereka datangi yaitu dari Gua Hyang Ontobogo hingga Hyang Spilar. Hyang menurut kepercayaan peziarah Gusti atau Yang Maha Agung. Berdasarkan beberapa informan kami juga meyakini Sang Hyang Ontoboego atau Nagasesa yang memiliki arti penguasa dasar bumi. Para peziarah atau orang ritual juga mempercayai pada situs pertama ini merupakan tanda izin untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Sang Hyang yang lebih tinggi. Di Pos 1 team HiSiVi bergabung dengan masyarakat yang sedang mengadakan ritul di bulan Suro. Dominasi pengunjung pada hari itu yaitu para kelompok dari para peziarah dengan tujuan akhir di Candi Spilar dan pendaki di puncak. Para peziarah yang sedang memperingati suroan dengan mengadakan makan dan minum gratis. Makanan dan minuman tersebut diperuntukan bagi masyarakat umum dan pendaki dengan bebas bisa mengambil.

Pejalanan team dilanjutkan menuju Pos 2, dengan jalan yang berkelok dan menanjak. Team HiSiVi menapaki tanah padat dan batu berjalan beriringan dengan para peziarah dan pendaki. Sebelum memasuki kawasan pos 2 kami singgah ke situs Watu Kursi jarak situs ini kurang lebih hampir 2 km dari ontoboego. Situs ini berupa batu bongkahan andesit yang jika dilihat secara keseluruhan menyerupai kursi, sehingga masyarakat menyebutnya sebagai situs watu kursi. Pada bagian tas batu terdapat altar Para peziarah melakukan pemujaan dengan menaruh dupa di depanya. Bongkahan batu pada situs watu kursi masih tampak alami, tampaknya situs ini dulunya sebagai media pemujaan. Setelah singgah dan melakukan wawancara kepada peziarah kami melanjutkan perjalanan menuju Tampuono dengan suasana pohon besar disekeliling perjalanan karena sudah memasuki kawasan hutan. Team tiba di pos 2 sekitar pukul 12.00 WIB. Pada pos ini terdapat gubuk yang digunakan sebagai pondokan para peziarah dan gubuk milik juru pelihara kawasan tampuono. Di pos 2 terdapat petilasan Eyang Abiyasa, jalan menuju petilasan ini hanya setapak. Kawasan petilasan disekelilingnya dibentuk taman-taman yang rapi dan bersih. Nama Abiyasa merupakan tokoh pewayangan yang dikenal karena kesaktianya. Situs ini telah dirombak oleh masyarakat, namun terdapat jejak aktivitas melalui arca dwarapala yang bercirikan arca megalitik. Pada waktu kami berkunjung di situs ini masyarakat sedang melakukan pemujaan dengan membawa tumpeng dan cok bakal.

Berjarak sekitar 500 m dari situs Eyang Abiyasa terdapat sendang Dewi Kunti, di kawasan sendang terdapat penampung air, dua bilik kamar mandi, satu bilik untuk tempat pemujaan. Sekitar sendang terdapat pepohonan yang rindang, besar nampaknya telah lama tumbuh. Pada pusat sumber juga digunakan pemujaan oleh masyarakat, namun dipusatnya ditutup menggunakan cor dari semen, sehingga harus dibuka terlebih dahulu. Masyarakat umum membasuh muka bahkan meminum air dari sendang ini konon dipercaya dapat membuka aura, keluhuran jiwa dan tetap mengingat Tuhan, Dalam dunia pewayangan sosok Dewi Kunthi merupakan ibu dari pandawa yang memiliki paras yang cantik. Masih pada satu kawasan dengan kontur tanah yang agak menanjak dikelilingi oleh pohon pohon besar, sehingga terkesan wingit terdapat situs Eyang Sekutrem. Pada situs ini terdapat enam batu yang berdiri tegak diatas sebuah altar yang sejajar. Batu tersebut berada di dalam bangunan menyerupai pondokan dengan atap seng. Terdapat arca yang sudah aus pada bagian muka, bagian perut dan jarinya sehingga tidak terlihat jelas. Arca yang terdapat pada situs ini dikenal sebagai arca Eyang Sekutem. Setelah mengunjungi situs di kawasan pos 2 team HiSiVi menikmati kopi dan berbincang-bincang dengan peziarah sembari melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Pada situs ini kami bertemu dengan pak Gojek selaku juru pelihara, dia melanjutkan dari ayahnya. Menurutnya berada di Tampuono dan mengabdikan diri merupakan salah satu bentuk bersyukur kepada Sang Hyang.

Perjalanan team dilanjutkan menuju Pos 3 yaitu Eyang sakri, medan yang semakin menanjang dan pepohonan yang terkesan wingit menemani sejauh perjalanan kami. Tepat pada pukul 14.00 kami bersama dengan team turut mengikuti ritual dan bercengkrama dengan para peziarah. Di jalan masuk area situs ini terdapat kumpulan batu berbentuk persegi dengan tulisan Hyang Noyo Geng Gong, Hyang Sabdo Palon, didepan tulisan tersebut terdapat dupa yang menancap pada botol air mineral. Masuk situs Eyang Sakri terdapat batu andesit yang disusun dengan bentuk variatif menjadi altar, kurang lebih terdapat 16 batuan. Diatas altar digunakan oleh para peziarah untuk menaruh dupa. Situs ini terdapat di dalam sebuah bangunan beratapkan seng, dengan pintu masuk yang hanya 1 m. Disamping situs ini terdapat pondok an yang bisa digunakan sebagai tempat peristirahatan. Pada situs ini team beristirahat sejenak, sebelum melanjutkan perjalanan menuju pos selanjutnya.

Team HiSiVi melanjutkan perjalanan menuju pos 4 dengan jalan yang jauh lebuh menanjak dan trek bebatuan. Kami tiba di Pos 4 yaitu Eyang semar pukul 15.45, selanjutnya bersama dengan team mengikuti ritual suroan, disini kami berbincang-bincang dengan para pendaki lainya. Kami turut mengikuti acara syukuran yang diadakan oleh masyarakat yang mengadakan ritual. Mendapatkan makanan yang digunakan untuk ritual ubi-ubian, kacang-kacangan, jajanan pasar. Tokoh Eyang Semar oleh masyarakat dianggap sebagai penasehat Raden Arjuno. Di situs ini terdapat sebuah arca yang diselimuti kain putih, didepan situs ini dibangun tempat menghadap ke batu yang digunakan duduk oleh peziarah. Bentuk dari Situs Eyang Semar adalah seperti bentuk pewayangan yaitu memiliki rambut seperti jambul didepan, mata lebar atau membelalak, alis tebal, perut buncit, dan membawa senjata. Di antara  situs Eyang Semar , terdapat 3 payung berwarna kuning emas, payung bermotif hitam dan putih yang mencirikan dari agama hindu, serta payung berwarna putih. Disekitar situs ini terdapat beberapa pondokan atau gubuk yang digunakan untuk beristirahat.

Perjalanan kami lanjutkan menuju makutoromo dengan medan yang menanjak dan curam dengan kemiringan, sehingga memerlukan tenaga yang lebih banyak. Pada pukul 17.58 team tiba di Makutoromo kami bersama dengan team segera mendirikan tenda disini, beristirahat, membuat masakan untuk makan malam. Di makutoromo terdapat mushola, toilet  dan gubuk-gubuk atau pondokan para pelaku ritul yang bisa dipergunakan untuk pendaki atau pengunjung. Air yang ada disini melimpah dan sudah dibangun kran-karan untuk mengalirkan air. Di Makutoromo mulai terdapat trap-trap tangga dan patung drwalapala yang berada di samping kanan dan kiri tangga. Dwarapala disini memiliki karakteristik lengan tangan kanan memegang gada dan tangan kiri berada diatas perut dengan karakteristik dewa lokal. Patung drawapala dengan karakteristik pahatan yang masih kaku dan statis. Terdapat punden berundak yang terdiri dari empat teras dengan pelataran yang luas dan berada ditengah-tengah. Pada puncak punden berundak ini terdapat batu yang mirip dengan bentuk nisan. Di area punden kami menjumpai dua lesung yang tertancap ditanah. Setelah bermalam di Makutoromo team HiSiVi pada pagi harinya kembali meneruskan perjalanan menuju Sepilar.

Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya pukul 09.00 WIB team HiSiVi sampai di sepilar. Perjalanan dari Makutoro ke Sepilar menggunakan tangga dari batu andesit yang disamping kanan dan kiri terdapat arca drawapala sampai menuju ke puncak candi sepilar. Disepanjang perjalanan naik ke spilar kami melakukan dokumentasi di setiap situs dan mengukurnya menggunakan skala. Untuk menuju situs utama di Sepilar team HiSiVi harus melewati kira-kira ratusan anak tangga, yang pada samping kanan kiri terdapat 21 dwarapala dengan bentuk yang bervariasi. Terdapat Drawapala dengan ukuran besar, jika diperhatikan di pahat pada bongkahan batu besar. Terlihat arca yang ada disini masih dibuat dengan pahatan yang sederhana. Patung dwarapala masyarakat menyebut situs rancang kencono yang diduga perwujudan dari dewa Kuno. Ciri patung dwarapala disini berbeda dengan yang ada di situs Makutoro, yaitu posisi duduk bersimpuh, tangan kanan memegang gada, bagian perut buncit, tanpa aksesoris dan baju. Pada bagian kepala terdapat sanggul, hidung agak mancung,telinga lebar, mata melotot dan gigi taring kelihatan. Sepilar diyakini tempat tertinggi yang digunakan ritual oleh para peziarah. Situs sepilar berupa bangunan dengan 3 pilar yang terbuat dari batu andesit. Ditengah pilar berlubang sehingga mirip dengan gerbang, disangga balok-balok batu andesit sebagai fondasinya. Di kompleks utama sepilar terdapat arca wanita, dipahat berdiri, kedua telapak tangan didepan dada, terdapat hiasan kepala berstela, mahkota dan memakai anting di telinga kiri. Beberapa informan kami yaitu para peziarah yang sedang melakukan ritual meyakini sepilar merupakan tempat tertinggi yang memiliki akronim sepi ing nalar atau pikiranya untuk menghadap Sang Hyang. Tempat berserah diri terhadap segala urusan duniawi dengan mengosongkan pikiran.

Tepat pukul 10.00 HiSiVi melanjutkan perjalanan menuju sendang derajat. Di samping sendang ini terdapat sebuah batu kecil yang mana di depanya banyak dupa dan bunga tuju rupa. Pada aliran sendang ini banyak yang menggunakan untuk membasuh muka. Sedikit melepas letih team HiSiVi mencoba merasakan kesegaran air pada sendang ini. Kami juga bercengkrama dengan beberapa peziarah ketika yang sedang melakukan ritual disini Terdapat banyak kepercayaan masyarakat utamanya para peziarah terkait khasiat yang terkandung dalam air di sendang ini. Masyarakat percaya sumber ter tinggi air pada situs gunung arjuna berada disendang ini. Beberapa kepercayaan masyarakat terkait khasiat air sendang yaitu mampu membuka aurabaik, memberikan derajat yang baik dengan usaha dan doa, dan menyembuhkan penyakit.

Team melanjutkan perjalanan menuju Candi Wesi jam 11. 45, memerlukan waktu 30 menit untuk menuju ke candi. Situs candi wesi berada pada punggung gunung, keberadaanya sejajar dengan batik Madrim. Situs candi wesi merupakan bangunan punden yang berbahan dasar batu andesit. Terdapat tiga punden yaitu punden utama dan dua punden yang ukuranya lebih pendek. Punden utama memiliki empat teras dengan altar pada bagian puncaknya Pada masing-masing teras dibatasi dengan susunan batu. Pada teras punden pendamping di bagian selatan 1 dan 2 kondisi bangunan sudah rusak atau runtuh sehingga kondisinya tidak beraturan. Didepan bangunan punden tepatnya didepan tangga naik terdapat sebuah monolith dengan ukuran 1 m2. Pada teras ketiga terdapat batu tegak, tepatnya di sisi tangga naik. Pada teras ke empat terdapat batu berukuran kecil tepatnya dikanan kiri altar. Pada altar punden yang tertinggi terdapat batu tegak seperti nisan yang dibalut kain berwana putih. Pada punden pendamping utara, terdiri dari tiga teras yang berorientasi ke timur. Susunan batu di setiap teras tidak terlalu jelas, karena berbentuk seperti reruntuhan. Pada teras ketiga terdapat 2 buah batu nisan yang ukuranya tegak. Secara keseluruhan batas-batas pemisah teras sudah tidak beraturan. Disisi bagian barat terdapat nisan dengan ukuran lebar dan tinggi.

Turun dari candi wesi menuju ke Makutoromo, team HiSiVi sejenak meluangkan waktu untuk berkunjung ke sendang Widodari tepatnya pukul jam 13.00. Setelah tiba disana sendang tersebut tidak terdapat air yang bersih. Bebatuan tampak kemiringan dari tas kebawah, dengan pemandangan yang menakjubkan. Kodon sendang widodari ini tempat untuk mandinya para bidadari. Team selanjutnya memutuskan untuk kembali ke Makutoro, kemudian mempersiapkan diri untuk turun mengunjungi situs selanjutnya.

Team HiSiVi turun menuju puthuk lesung tiba jam 15.00 dan membangun tenda untuk bermalam di puthuk lesung. Puthuk yang berarti pugung dan lesung berupa situs. Pada kawasan situs ini juga terdapat fasilitas pondokan, mushola dan kamar mandi. Terdapat sumber air yang melimpah pada kawasan ini. Situs Puthuk Lesung berupa batu yang ada cekunganya diduga bekas menumbuk padi. Tatanan batu berbentuk persegi disusun menyerupai lantai, diatas tatanan batu tersebut terdapat sebuah lesung dengan ukuran panjang 175 m dengan lebar kurang lebih 73 m. namun lesung yang terdapat disan tertanam pada batu sehingga hanya terlihat sedikit yang berada di permukaan tanah. Meskipun secara umum fungsi lesung digunakan untuk menumbuk padi, namun dalam tradisi masyarakat neomegalitik diduga fungsi lesung disisni digunakan sebagai tempat menampung air. Setalah cukup puas menikmati pemandangan daerah pasuruan dan puncak gunung arjuna, akhirnya team memutuskan untuk turun. Tanggal 1 Agustus team HiSiVi turun jam 10.00, dalam perjalanan turun kami singgah ke ke salah satu warung milik warga desa letaknya di Eyang Sakri. Sembari melepas lelah team membeli minuman yang dijual disana. Kemudian kami bertemu dengan banyak orang, disamping itu kami juga mewawancarai pemilik warung yang merupakan warga asli sekitar.  Kemudian pukul 12.00WIB kami turun menuju situs Eyang Madrim atau Batik Madrim. Terdapat situs berupa punden berundak dengan batuan andesit yang tersusun. Terdapat tiga halaman teras pada bangunan punden. Pada puncak teras tertinggi terdapat balok yang ditata menyerupai menhir yang ditutup I kain putih atau cungkup. Setelah team melakukan pengamatan, dan dokumentasi kemudian melanjutkan perjalanan turun ke bascamp. Tepat pukul 13.25 WIB team HiSiVi tiba lapor di bascamp. Kemudian kami melakukan pelaporan bahwa telah selesai dalam pendakian dan penelitian. Perjalanan menelusuri situs-situs digunung arjuno telah berhasil terselesaikan. Melalui penelusuran situs ini terungkap bahwa dulu terdapat peradaban yang besar di gunung arjuna, utamanya terkait bangkitnya neomegalitik.

perundungan-brita

WEBINAR ANTI PERUNDUNGAN DAN KEKERASAN BAGI MAHASISWA BARU FIS UM TAHUN 2022 DENGAN TEMA “OPTIMALISASI UPAYA PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DAN KEKERASAN PADA KEHIDUPAN KAMPUS”

Bidang kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial Pada tanggal 24 September 2022 bertempat di ruang sidang Fakultas Ilmu Sosial telah menyelenggarakan kegiatan Webinar Anti Perundungan dan kekerasan yang ditujukan kepada mahasiswa baru angkatan 2022 guna mendapatkan pemahaman yang lebih benyak tentang mengantisipasi terjadinya perundungan dan kekerasan bagi mahasiswa. selaku pembicara dalam kegiatan ini adalah Dewi Julianti, SH (Rifka Annisa Women Crisis Center).

Dalam pemaparannya beliau menyampaikan Kekerasan merupakan fenomena sosial yang sering mewarnai kehidupan umat manusia. Kekerasan bisa terjadi dimana saja, baik di lingkungan rumah, di lingkungan kerja, bahkan di lingkungan pendidikan. Fenomena kekerasan dalam dunia pendidikan sering diistilahkan dengan “perundungan” yang dalam Bahasa Inggris disebut “bullying”, asal kata bull yang artinya banteng yang suka menyerang dengan tanduknya (menanduk). Perundungan merupakan bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain,bertujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara berulang-ulang.

Setelah pemaparan materi oleh narasumber diberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya terkait masalah-masalah perundungan dan kekerasan yang pernah dijumpai dilingkungan pendidikan, banyak mahasiswa yang bertanya secara interaktif sehingga ada beberapa mahasiswa penanya yang mendapat hadiah doorprize dikarenakan pertanyaan sangat menarik untuk dibahas dan dikaji secara mendalam.

berikut daftar mahasiswa penanya terbaik menurut moderator:
Arista Nureka Ramadhina NIM. 220711605485
Rida Audia Rahma NIM. 220722609951
Zabrina Maheswari NIM. 220761610729
Siti Khasanah NIM. 220751601543
Maulana Reza Pahlevi NIM. 220711602612

Sertifikat Anti Perundungan dapat diunduh melalui link berikut : SERTIFIKAT ANTI PERUNDUNGAN

WhatsApp Image 2022-09-24 at 10.55.42

WEBINAR ANTI NARKOBA BAGI MAHASISWA BARU FIS UM TAHUN 2022 DENGAN TEMA “GENERASI CERDAS: HIDUP SEHAT, KREATIF, PRODUKTIF DAN BERPRESTASI TANPA NARKOBA”

Pada tanggal 24 September 2022 telah diselenggarakan kegiatan Webinar Anti Narkoba bagi mahasiswa baru angkatan 2022 Fakultas Ilmu Sosial UM, dalam kesempatan ini selaku narasumber webinar adalah Bapak Kombes Pol. Raymundus Andhi Hedianto, S.I.K (Kepala BNN Kota Malang), dibuka langsung oleh Wakil Dekan III yang bertanggung jawab terhadap kemahasiswaan di Fakultas Ilmu Sosial yaitu Bapak Dr. I Nyoman Ruja, SU. Selesai sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan acara inti kegiatan ini yaitu gelar wicara dengan narasumber. Dalam gelar wicara pun tidak hanya dilakukan oleh moderator dan narasumber saja, namun juga diikuti oleh peserta webinar mengikuti secara daring sejumlah 500 mahasiswa baru dalam sesi diskusi. Pada kesempatan kali ini, Bapak Kombes Pol. Raymundus Andhi Hedianto, S.I.K. mengajak para mahasiswa untuk jangan pernah mecoba menggunakan narkoba dan perangi narkoba.

Secara garis besar, kegiatan webinar berjalan dengan lancar dan harmoni.

berikut daftar mahasiswa penanya terbaik menurut moderator:
Putri Nurul Camelia NIM. 220741602961
Andri NIM. 220711611356
Rida Audia Rahma NIM. 220722609951
Heru Santoso NIM. 220721603262
Ahmad Riza Wijaya NIM. 220731605404

Sertifikat dapat diunduh melalui link berikut : SERTIFIKAT ANTI NARKOBA

https://drive.google.com/drive/folders/15qGPdlEvdvLmqrn_agaz3IxsUxWAHc9T?usp=sharing