WEBINAR BELA NEGARA DENGAN TEMA “KETAHANAN IDEOLOGI PANCASILA”

FIS UM, bidang kemahasiswaan telah menyelenggarakan Webinar Bela Negara yang diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2022. Kali ini tema yang telah dibahas yaitu tentang “KETAHANAN IDEOLOGI PANCASILA”. Hadir sebagai pemateri adalah Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, selain sebagai dosen di departemen sejarah beliau adalah mantan Wakil Ketua BPIP RI.

Selaku pembuka pada acara tersebut adalah Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd beliau adalah Dekan FIS UM. Masuk pada sesi materi Prof. Dr. Hariyono, M.Pd menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai wadah untuk memberikan kontribusi dini yang nyata dalam hal penguatan ideologi negara, karena Pancasila merupakan ideologi negara, pedoman hidup, serta jati diri Bangsa Indonesia yang tentu saja harus tetap dipertahankan sampai kapan pun . Pancasila merupakan harga mati, kenapa bisa dikatakan seperti itu? Karena jika Pancasila bukan harga mati maka negara ini bisa bubar kalau tidak ada Pancasila,” ujarnya. Karena di Indonesia ini kita mengetahui bahwa kita hidup dengan berbagai agama, suku, bangsa, dan ras. Satu-satunya yang bisa ada di tengah-tengah dari keberagaman itu, dan yang bisa mempersatukan semuanya hanyalah Pancasila tidak ada ideologi lain, baik relasi antara negara dan agama, relasi antara suku, budaya, dan sebagainya. Dan hanya Pancasila yang bisa melakukan hubungan hubungan itu.

berikut daftar mahasiswa penanya terbaik menurut moderator:
Dwi Novitasari NIM. 220761611419
Geardena Putra Yuli Riadi NIM. 220761611448
Veldira Cahya NIM. 220761611449
Syifa Aghniya Putri Ertrisia NIM. 220732600947
Muhammad Reza Satria Dewangga NIM. 220732603667

Silahkan Download Sertifikat Peserta: Klik di sini

Webinar Bela Negara Bagi Mahasiswa Angkatan 2022 Dengan Tema “Wawasan Kebangsaan”

(FIS UM): Dalam rangka menumbuhkan pemahaman wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalisme di kalangan mahasiswa, Bagian Kemahasiswaan mengundang Prof. Dr. Suko Wiyono, SH, M.Hum sebagai salah satu narasumber Webinar Wawasan Kebangsaan bagi Mahasiswa Angkatan 2022.

pemateri memaparkan bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa yg telah menegara tentang diri dan lingkungannya dlm eksistensinya yg serba terhubung (melalui interaksi dan interelasi) dan dalam pembangunannya di lingkungan nasional (termasuk lokal dan proposional), regional dan global.

hal – hal tersebut ( rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan ) satu sama lain saling berkaitan & saling mempengaruhi, dgn penjelasan antara lain  :

pertama, rasa kesetiakawanan sosial, akan mempertebal semangat kebangsaan suatu bangsa. kesetiakawanan sosial, mengandung makna adanya rasa satu nasib & sepenanggungan dlm kehidupan ber-bangsa & bernegara.

kedua, semangat rela berkorban.

  • kesediaan utk berkorban demi kepentingan yg lebih besar / demi negara & bangsa telah mengantarkan bangsa indonesia utk merdeka, lepas dr penjajahan.
  • sbg bangsa yg besar sepatutnya kita semua wajib menghormati para pahlawan pejuang kemerdekaan & para pemimpin bangsa.
  • secara jujur kita akui bahwa pd saat sekarang kondisi jiwa semangat berkorban bangsa indonesia sudah mengalami erosi, yg ada sekarang adalah rela mengorbankan orang banyak demi terwujudnya kepentingan pribadi, kelompok maupun golongannya.

ketiga,  jiwa patriotik.

  • bagi bangsa yg ingin maju dlm mencapai tujuannya, disamping memiliki semangat rela berkorban, juga hrs didukung dgn jiwa patriotik yg tinggi
  • bagi semua komponen bangsa, jiwa patriotik ini hendaknya sdh menjadi darah daging dlm kehidupannya.

berikut daftar mahasiswa penanya terbaik menurut moderator:
Novia Intan Wulandari NIM. 220751601651
Novan Ramdani Ridwan NIM. 220722609508
Diva Nur Harisma NIM. 220741600898
Mailahaerani Syafei NIM. 220722609631
Rachma Aulia Hasan NIM. 220721603055

Silahkan Download Sertifikat Peserta: Klik di sini

Webinar Bela Negara Bagi Mahasiswa Angkatan 2022 Dengan Tema “Wawasan Nusantara dan Pemuda Menghadapi Tantangan Zaman”

Pada tanggal 2 Oktober 2022 Fakultas Ilmu Sosial bidang kemahasiswaan telah menyelenggarakan kegiatan Webinar Bela Negara dengan tema yang menarik yaitu Wawasan Nusantara dan Pemuda Menghadapi Tantangan Zaman, selaku pemateri pada kegiatan ini adalah Letkol. Inf. Abdul Rahman, M.Si DANRINDAM V/ BRAWIJAYA.

Pemateri menyampaikan bahwasannya wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa terhadap diri dan lingkungannya dengan tujuan menjaga kesatuan dan persatuan, serta keutuhan bangsa Indonesia. Dengan adanya pemahaman akan Wawasan Nusantara, bangsa Indonesia akan menjadi kuat dan semakin diakui oleh dunia, serta mampu menghadapi ancaman dari luar. Maka dari itu, penting bagi masyarakatnya untuk memahami Wawasan Nusantara, terutama bagi mahasiswa.

Dampak masuknya budaya asing :
Individualistis
terjadinya sikap mementingkan diri sendiri yg berakibat kurang peduli terhadap lingkungan sekitar (apatis)
Materialistis
sikap mementingkan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi karena hubungan sosial dijalin berdasarkan kesamaan kekayaan, kedudukan sosial atau jabatan
Sekulerisme
mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama
Hedonisme
timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros karena status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaannya
Pornografi
tersebarnya nilai-nilai budaya yang melanggar nilai-nilai kesopanan dan budaya bangsa melalui media massa
Free Sex
perilaku sex bebas dengan tidak melihat umur, mulai dari anak-anak hingga dewasa

Cara mengantisipasi dampak buruk budaya asing masuk kedalam budaya lokal di Indonesia, terkhusus mengantisipasi generasi muda,untuk mencegah dampak buruk ini diperlukan Keikut sertaan dari berbagai kalangan terpenting dukungan dari kepemerintahan, dan dari lingkungan sekitar kita misalnya ustad, selain itu seorang yang memiliki wawasan luas tentang kebudayaan dan yang paling penting orang tuanya.

berikut daftar mahasiswa penanya terbaik menurut moderator:
Putri Wulandari Sugiarti NIM. 220711605487
Ahmad Fikri NIM. 220722608985
Sheiren Kieke Nirwana NIM. 220721603632
Khoyrul Bariyah NIM. 220741609603
Nuril Yanabillah Winirayanto NIM. 220722601739

Silahkan Download Sertifikat Peserta: Klik di sini

PELATIHAN INOVASI PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN EDUTAINMENT BERBASIS SEJARAH LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DAN KONSERVASI

Tim Dosen dari Departemen Sejarah, Universitas Negeri Malang (UM) Bersama Civitas Akademik dari SDN Dinoyo 1

Selasa, tanggal 13 September 2022 diadakan kegiatan “Pelatihan Pengembangan Desain Pembelajaran Edutainment Berbasis Sejarah Lokal untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru” di SDN Dinoyo 1.

Mewakili Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr. Deny Yudo Wahyudi, M.Hum berharap kegiatan ini bermanfaat untuk membantu SDN Dinoyo 1 menjadi sekolah model untuk pengembangan situs melalui konservasi Yoni. Apabila berhasil, maka akan menjadi sebuah kebanggaan karena tidak banyak sekolah di Malang mampu memanfaatkan potensi yang sama.

Harapan yang sama juga disampaikan Nurul Hidayatus Shobikhah, S.Pd dalam sambutannya. Disampaikan bahwa kegiatan ini dapat membantu pengembangan pojok literasi; merealisasikan museum mini di SDN Dinoyo 1; dan menjadi sekolah warisan budaya. Tujuannya agar dapat dimanfaatkan siswa sebagai sarana belajar langsung sehingga menjadikan pembelajaran lebih variatif dan lebih bermakna.

Tim Pengabdian Departemen Sejarah FIS UM

Narasumber pertama, yaitu Dr. Deny Yudo Wahyudi, M.Hum menyampaikan pentingnya melakukan konservasi Yoni. Hal ini karena berdasarkan analisis bentuk fisik dan perbandingan dengan temuan sezaman menunjukkan bahwa Yoni tersebut adalah gambaran hasil budaya penganut Hindu ajaran Weda. Maka, dapat disimpulkan bahwa SDN Dinoyo 1 memiliki peluang cukup besar sebagai sekolah warisan budaya melalui konservasi Yoni dari periode awal Hindu-Buddha di Jawa Timur.

Narasumber kedua, Ulfatun Nafi’ah, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa dalam inovasi, yang paling penting adalah mengenal kebutuhan dan mampu memaksimalkan potensi. Keduanya bisa diterapkan melalui konservasi Yoni untuk mengembangkan bahan; media; model; dan evaluasi pembelajaran. Hasilnya nanti dapat diolah menjadi artikel ilmiah, sehingga dapat meningkatkan kemampuan profesionalitas. Departemen Sejarah Universitas Negeri Malang menyediakan sarana untuk penulisan jurnal, mulai dari pendampingan; validasi ahli; dan jurnal ilmiah untuk membantu civitas akademik SDN Dinoyo 1.

Para guru sebagai peserta kegiatan memberikan feed back positif terhadap kegiatan pengabdian ini. Fanny Surya Dermaga, S.Pd dan Istiqomah Aminin, S.Psi., M.Si menyebut kegiatan ini dapat menjadi sarana pemanfaatan lingkungan sekitar untuk kegiatan pembelajaran. Konservasi Yoni juga bisa digunakan sebagai sarana imajinasi siswa untuk pembelajaran dengan tema cerita lokal. Keduanya juga mengharapkan kontinuitas kegiatan ini untuk variasi pembelajaran dan menulis jurnal ilmiah.