MODEL DIALOG MULTIKULTURAL UNTUK MERESTORASI BUDAYA MACAPATAN SEBAGAI INDUSTRI SENI KREATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Suparlan Al Hakim
Jurusan HKn, FIS Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang
Abstrak: Budaya macapatan jika digarap dengan baik bisa menjadi industri kreatif yang di samping memiliki nilai hiburan dan pendidikan karakter juga mampu melahirkan nilai ekonomi bagi pelakunya. Gagasan ini bertujuan untuk merestorasi budaya lokal macapatan yang memiliki kandungan nilai-nilai karakter dan kearifan lokal menjadi seni industri kreatif. Target khusus penggarapan adalah pengembangan model dialog multikultural dalam kegiatan macapatan yang bisa mengangkat budaya macapatan selain sebagai wahana pembinaan karakter juga bermakna inovatif untuk menumbuhkan macapatan sebagai produk seni industri kreatif. Materi dialog adalah tembang macapat yang mengandung pesan nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal yang mampu menjembatani kondisi masyarakat Indonesia yang bersifat pluralis-multikultural. Langkah kerja penggarapan restorasi macapatan bisa dilakukan dengan strategi berikut: (1) memeberikan wawasan seniman macapatan, yang meliputi: (a) penguasaan metode dan teknik menyusun tembang (mengenal jenis tembang, perbendaharaan kata bahasa Jawa, menguasai struktur tembang, dasar filosifis, dan kemasyarakatan); (b) mengenal aspek nembang, dan (c) mengenal dasar vokal, titi laras (notasi); (2) pemantapan organisasi, baik penataan fisik berupa: nama organisasi, struktur organisasi, jumlah peserta, sejarah berdiri, visi dan misi, jika perlu dituangkan kepada AD/ART kelompok macapatan, maupun penataan komponen tampilan kelompok budaya macapatan, yang meliputi: sesepuh tembang, dhalang tembang, pamaca tembang, pamedhar tembang, dan pamireng tembang; (3) mengoptimalkan peran komponen industri kreatif dalam pemberdayaan ‘bangunan rumah’ dan pilarnya yang anatar lain diadaptasi dari Triple Helix, dalam konteks ini melibatkan pelaku seni macapatan, usaha produksi rekaman, dan pemangku kepentingan (dinas pariwisata dan dinas pendidikan); (4) praktik model dialog multikultural melalui kegiatan gelar macapatan. Karena mementingkan visualisasi kegiatan ini dishooting dan direkam dlam bentuk video/CD yang menggambarkan budaya macapatan sebagai industri seni kreatif. Melalui kegiatan editing, hasil final digandakan sesuai dengan kebutuhan pasar. Manfaat restorasi bagi stakeholders, bagi masyarakat seni (kelompok macapatan) dapat digunakan sebagai upaya membuka lapangan kerja baru yang berkontribusi pada aspek ekonomi, termasuk dengan melibatkan dunia usaha industri rekaman, serta bagi pemerintah daerah (dinas pariwisata) yang dapat digunakan untuk mengambil kebijakan terkait dengan pengembangan pariwisata daerah berbasis kearifan lokal. Sentra-sentra pariwisata alamiah dan sosial serta berbagai event yang terdapat di lokasi penggarapan restorasi kiranya bisa dijadikan lahan strategis untuk memasarkan budaya macapatan kreatif, di samping juga untuk sosialisasi, publikasi dan afirmasi nilai-nilai karakter yang terkandung dalam pesan tembang macapatan yang dilantunkan.
Kata kunci: dialog multikultural, restorasi , budaya macapatan, industri kreatif, dan kearifan local.
Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Ilmu-Ilmu Sosial, UM, Februari 2014, ISBN 978-602-7957-42-8
