PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PINGGIRAN HUTAN MELALUI PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP
Budijanto
Jurusan Geografi, FIS Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang
Abstrak: Hasil interpretasi citra landsat peta tematik menunjukkan bahwa sebagian besar di daerah di sebelah selatan waduk Karangkates mengalami kerusakan hutan. Kondisi tersebut apabila dibiarkan terus akan terjadi dishomestatis, yaitu kerusakan lahan yang lebih parah sebagai akibat terjadinya erosi di daerah lereng; pendangkalan dan berkurangnya debit air waduk sebagai akibat proses sedimentasi. Situasi tersebut diakibatkan oleh kesulitan ekonomi (akibat krisis moneter), naiknya harga-harga barang, banyaknya pemutusan hubungan kerja (pengangguran meningkat) ditunjang oleh rendahnya pendidikan masyarakat, dan sebagian besar masyarakat bermata perncaharian di bidang pertanian, dengan rata-rata luas pemilikan lahan yang kurang dari 0,25 ha akan berdampak pada peningkatan prosentase penduduk miskin. Untuk mencukupi kebutuhan hidup satu-satunya jalan yangd iandalkan hanya dari lingkungan sekitar yaitu dari sumberdaya hutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik Masyarakat Pinggiran Hutan yang digunakan sebagai dasar pemberdayaan melalui pendidikan keterampilan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Masyarakat Pinggiran Hutan berpendidikan rendah, jam kerja panjang, berpendidikan memengah kebawah, sebagian besar dari mereka tidak bekerja, tidak memiliki keterampilan. Keterampilan yang diinginkan adalah permesinan, pertukangan, computer, tataboga, tata busana, elektro dan otomotif. Semua Masyarakat Pinggiran Hutan menghendaki adanya pelatihan keterampilan hidup.
Kata kunci: pemberdayaan pendidikan keterampilan hidu, masyarakat pinggiran hutan.
Artikel ini dimuat pada Jurnal Pendidikan Geografi, Tahun 16 Nomor 1, Januari 2011, ISSN 0852-5426
