KESEHATAN REPRODUKSI WANITA: PERAN KESETARAAN JENDER TERHADAP PERILAKU REPRODUKSI SEHAT

Ach. Amirudin

Jurusan Geografi, FIS Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang

 

Abstrak: Kekerasan terhadap perempuan yang berakar dari ketimpangan dalam akses terhadap sumber daya strategis, baik berupa sumber daya ekonomi, maupun non ekonomimenyebabkan munculnya kekerasan struktural yang dapat berwujud ke dalam bentuk kekerasan fisik.Penguasaan sumber daya strategis membentuk konstruksi sosial untuk laki-laki yang berbeda dengan perempuan. Budaya patriarchi menjadi penyebab kekerasan terhadap perempuan, ladang kekerasan terhadap perempuan adalah ruang privat yaitu di dalam rumah tangga. Masyarakat masih menganggap kekerasan di rumah tangga adalah urusan pribadi, bukan sesuatu yang melanggar hak azasi manusia perempuan.

Ketimpangan jender berupa pembakuan peran perempuan dan laki-laki, beban ganda perempuan, subordinasi, marjinalisasi, dan kekerasan terhadap perempuan adalah wujud diskriminasi yang menyebabkan perempuan tidak memiliki akses terhadap kesehatan reproduksi.Seorang ibu hamil yang mengalami anemia dan penyakit pada organ reproduksi, beresiko bukan hanya kehilangan nyawanya ketika melahirkan, tetapi juga melahirkan bayi yang tidak sehat. Meskipun begitu masih sering ditemukan di lingkungan sekitar, adanya perempuan yang tidak memiliki kebebasan dalam mengatur fungsi reproduksinya, berapa anak yang akan dikandungnya, kapan dan bagaimana ia ingin mengatur kelahirannya. Suami sering mengatur secara sepihak urusan reproduksi istrinya.

Penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, eklampsia, dan infeksi.Tetap tingginya angka kematian ibu selama ini merupakan indikasi rendahnya status sosial perempuan dan timpangnya relasi jender di Indonesia.

Kata kunci: kesehatan reproduksi, jender.

Artikel ini dimuat pada Jurnal Pendidikan Geografi, Tahun 19 Nomor 1, Januari 2014,  ISSN 0852-5426