Departemen Sejarah, FIS Universitas Negeri Malang (UM) bekerjasama dengan Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah Seluruh Indonesia (P3SI) wilayah Jawa Timur dalam penyelenggaraan seminar nasional dan musyawarah wilayah P3SI. Acara yang dilaksanakan pada Senin, 20 Maret 2023 ini melibatkan perwakilan dari berbagai program studi pendidikan sejarah di Jawa Timur. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini juga diikuti oleh guru, mahasiswa, dan peserta umum.

Acara Seminar dibuka oleh sambutan Dekan Fakultas Ilmu Sosial UM, Dr. Ari Aspto, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan selamat datang kepada segenap peserta seminar dan musyawarah wilayah P3SI. Selain itu, ia juga berharap agar program kerja P3SI Jawa Timur dapat selalu menghadirkan inovasi untuk menjawab tuntutan kecakapan di abad 21 pada peserta didik.

Seminar yang mengambil tema “Inovasi Pembelajaran Sejarah Berwawasan Global” ini menghadirkan pemateri dari dalam dan luar negeri, yakni Profesor Hariyono, Rektor sekalgus Guru Besar Sejarah UM, Profesor Nunuk Suryani selaku Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Profesor Nana Supriatna selaku Guru Besar Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia, dan Fernando A. Santiago, Ph. D selaku pengajar Departemen Sejarah De La Salle University, Manila, Filipina.

Masing-masing pemateri memaparkan berbagai perspektif baru yang berbeda dalam kajian sejarah. Profesor Hariyono menekankan pentingnya perspektif yang bisa membuka ruang bagi perbedaan narasi sejarah dari peristiwa yang sama. Sementara paparan Profesor Nunuk Suryani berfokus pada dinamikan kurikulum sejarah sebagai mata pelajaran di tingkat pendidikan dasar dan menengah sejak tahun 1947 hingga Kurikulum Merdeka yang terkini.

Selanjutnya Profesor Nana Supriatna berargumen bahwa sejarah dan pendidikan sejarah berperan pentting dalam penguatan wawasan global peserta didik. Sebab selain kajiannya yang luas, meliputi sejarah lokal hingga global, metode kajian sejarah juga mengajak peserta didik untuk mengasah kemampuan kognitif mereka. Sementara Fernando A. Santiago sebagai pemateri terakhir mengajak peserta untuk memaknai Asia Tenggara sebagai sebuah konstruksi politis dan kultural dengan melihat kembali dinamika historiografi Filipina yang menjadi bagian Asia Tenggara.

Acara seminar dilanjutkan dengan musyawarah P3SI wilayah Jawa Timur yang mengusung agenda utama pembentukan kepengurusan baru dan penyusunan program kerja organisasi. Hasil musyawarah menetapkan Ketua 1 Mahfud dari Universitas 17 Agustus Banyuwangi, Ketua 2 Ulfatun Nafi’ah dari Universitas Negeri Malang, Sekretaris 1 Sri Dwi Ratnasari dari STKIP PGRI Pacitan, Sekretaris 2 Rully Putri Nirmala Puji dari Universitas Jember, Bendahara 1 Gusti Garnis Sasmita dari Universitas Nusantara PGRI Kediri, dan Bendahara 2 Dhalia Soetopo dari Universitas Banyuwangi.