Jawa Timur, 28–29 April 2025 — Pemodelan kerawanan banjir merupakan salah satu upaya dalam pengurangan risiko bencana. Kegiatan penelitian yang diketuai oleh Dr. Heni Masruroh memiliki fokus kegiatan menyusun pemodelan kerawanan banjir. Penelitian ini berlangsung selama dua hari di lima wilayah yang memiliki riwayat kerentanan tinggi terhadap banjir, yakni Kota Malang, Lamongan, Kediri, Surabaya, dan Mojokerto. Di masing-masing wilayah, tim turun langsung ke lapangan untuk mengamati elemen-elemen fisik yang dapat mempengaruhi kerentanan banjir, seperti saluran drainase, elevasi permukaan tanah, jarak terhadap badan air, dan penutup lahan. Tahap awal penelitian difokuskan pada penyusunan model potensi banjir berbasis data spasial. Tim peneliti memanfaatkan data topografi, curah hujan historis, serta penggunaan lahan yang diolah dalam perangkat pemetaan digital. Model ini memberikan visualisasi kemungkinan arah aliran banjir dan titik-titik genangan yang berisiko terhadap kawasan pendidikan, terutama sekolah dasar dan menengah.

Melalui pemodelan ini, diperoleh hasil indikatif mengenai zona-zona kritis yang berpotensi mengalami limpasan air saat intensitas hujan tinggi. Hasil model ini kemudian dijadikan acuan untuk validasi lapangan. Salah satu kegiatan penting yang dilakukan di lapangan adalah verifikasi dan uji akurasi terhadap hasil pemodelan banjir. Tim mendatangi titik-titik yang telah dipetakan sebagai zona rawan dan melakukan pencocokan antara data spasial dengan kondisi nyata di lapangan. Observasi ini mencakup kondisi sistem drainase, bekas genangan, dan wawancara singkat dengan warga sekitar mengenai frekuensi serta dampak banjir dalam beberapa tahun terakhir. Dalam dokumentasi kegiatan di salah satu titik observasi, terlihat tim peneliti tengah mendiskusikan hasil peta kerentanan di tepi saluran air, memastikan bahwa data yang dikembangkan benar-benar representatif terhadap risiko aktual di lapangan.
