Universitas Negeri Malang (UM) melalui tim penelitinya menginisiasi kegiatan pemetaan risiko erosi berbasis teknologi dan observasi lapangan di kawasan Hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu, yang secara langsung menjadi bagian dari lanskap vulkanik aktif Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung manajemen risiko bencana gunung api yang lebih komprehensif. Kawasan Dieng, yang dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas vulkanik tinggi, tidak hanya rentan terhadap letusan freatik dan emisi gas berbahaya, tetapi juga memiliki ancaman sekunder berupa erosi tanah dan longsor akibat perubahan lahan dan degradasi vegetasi di lereng-lereng vulkanik.
Dalam kegiatan ini, tim peneliti UM menggunakan metode gabungan antara pemodelan RUSLE (Revised Universal Soil Loss Equation) dan pengukuran langsung di lapangan untuk mengidentifikasi titik-titik rawan kehilangan tanah secara kuantitatif. Dengan memanfaatkan data tutupan lahan, curah hujan, kemiringan lereng, dan jenis tanah, pemetaan dilakukan menggunakan pendekatan sistem informasi geografis (SIG) dan teknologi citra satelit.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Malang menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung pengelolaan kawasan rawan bencana berbasis sains dan teknologi. Pemetaan erosi yang terintegrasi dengan konteks vulkanik Dieng menjadi bentuk inovasi nyata dalam menciptakan sistem manajemen risiko bencana yang tidak hanya reaktif terhadap erupsi, tetapi juga antisipatif terhadap ancaman sekunder yang kerap terabaikan.
