Pada tanggal 7 Februari 2026, tim peneliti melaksanakan kegiatan lapangan dalam rangka penelitian berjudul “Membangun Model Geo-Wisata Tangguh Berbasis Integrated Multihazard Risk Framework (IMHRF) dan SES-GEO untuk Tourism Resilience di Wilayah DAS Hulu Gunung Raung.” Kegiatan penelitian ini diketuai oleh Dr. Heni Masruroh, M.Sc melalui program World Class University (WCU). Kegiatan lapangan difokuskan pada pengamatan di kawasan Ijen Geopark serta penggalian data sosial-budaya melalui wawancara dengan masyarakat Suku Osing sebagai bagian penting dalam memahami hubungan antara lanskap, kebencanaan, pengetahuan lokal, dan ketangguhan pariwisata.

Kegiatan lapangan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai karakteristik wilayah geo-wisata yang berada dalam konteks bentang alam rawan multi-bahaya. Tim melakukan observasi terhadap kondisi lingkungan, dinamika ruang, serta potensi dan kerentanan kawasan yang dapat memengaruhi keberlanjutan aktivitas wisata. Pengamatan di wilayah Ijen Geopark menjadi langkah penting untuk membaca keterkaitan antara elemen geomorfologi, fungsi ekologi, dan aktivitas pariwisata yang berkembang di kawasan DAS Hulu Gunung Raung.

Selain observasi fisik lingkungan, tim peneliti juga melakukan wawancara langsung dengan masyarakat Suku Osing. Kegiatan wawancara ini bertujuan untuk menggali pengetahuan lokal, pengalaman masyarakat dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan, persepsi terhadap risiko bencana, serta nilai-nilai budaya yang berkontribusi pada pembentukan ketahanan wilayah wisata. Dalam suasana dialog yang hangat dan partisipatif, masyarakat menjadi sumber pengetahuan penting untuk memahami bagaimana sistem sosial dan ekologis saling berinteraksi dalam mendukung keberlanjutan kawasan.

Kegiatan ini juga memiliki relevansi kuat terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDGs 15: Menjaga Ekosistem Daratan. Keterkaitan dengan SDGs 13 tampak pada upaya penelitian dalam mengidentifikasi risiko multi-bahaya dan menyusun model ketahanan kawasan wisata terhadap tekanan lingkungan dan perubahan iklim. Sementara itu, kontribusi terhadap SDGs 15 tercermin dari perhatian terhadap keberlanjutan bentang alam, perlindungan ekosistem darat, dan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan wisata dengan kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan lapangan ini, diharapkan tersusun basis data empiris yang kuat untuk mendukung pengembangan model geo-wisata tangguh di wilayah DAS Hulu Gunung Raung. Hasil penelitian nantinya diharapkan tidak hanya memberi kontribusi akademik, tetapi juga menjadi rujukan praktis bagi pengelolaan kawasan wisata berbasis mitigasi risiko, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.