MENGINSPIRASI RESTORASI KEBUDAYAAN MELALUI PENDIDIKAN DAN ILMU- ILMU SOSIAL
G.M. Sukamto, DN
S-1 Prodi Pendidikan IPS, FIS Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang
Abstrak: Artikel ini dimaksudkam untuk menjelaskan “tentnag hasrat kekuasaan yang menjilma menjadi nafsu kekayaaan dan menyingkirkan segala keluhuran pengetahuan, saat inilah paspor kebudayaan dipertanyakan. Saatnyalah hasrat pengetahuan ditumbuhkembangkan guna mendorong peningkatan kemampuan teknologi dan realisasi produksi. Japamantra dalam pendidikan dan ilmu- ilmu social hendaklah menginspirasi restorasi kebudayaan. Melacak dunia politik dan dunia pengetahuan menunjukkan kepada kita bahwa pendidikan di era kapitalisme global tak akan mampu memnuhi kesejahteraan masyarakat banyak. Kekuasaan, kekuatan korporasi dan industry global telah menempati posissi yang dominan dan selalu mendapatkan karpet merah dari elit kekuasaan. Dalam situasi kondisi pada umumnya mampu memberi sumbangan pada pencerahan dan memvirus bagi gen dalam “genetika” dan meme dalam “ memetic” atau memetika. Yang krusial dan mendesak sebenarnya bagaimana mengawal kebudayaan supaya tidak stagnan atau bahkan involusi, melainkan didorong menuju revolusi yang terkendali.
Kata Kunci: Restorasi Kebudayaan, Pendidikan dan Ilmu- Ilmu Sosial.
Artikel ini disajikan pada Seminar Nasional Ilmu-Ilmu Sosial, Februari 2014, UM, ISBN 978-602-7957-42-8
