Malang, 16 Juni 2025 — Kegiatan penelitian geolistrik dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 14-15 Juni 2025, di kawasan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan tanah melalui metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi dipole-dipole. Kegiatan ini melibatkan tim peneliti dari Universitas Negeri Malang yang diketuai oleh Dr. Heni Masruroh, M.Sc dan tim.
Metode dipole-dipole dipilih karena kemampuannya dalam memberikan resolusi lateral yang baik dan cocok untuk mendeteksi variasi resistivitas secara horizontal, yang sangat berguna dalam kajian hidrogeologi, struktur geologi, dan identifikasi zona jenuh air bawah tanah. Tiga lintasan utama telah ditetapkan 1) Lintasan 1: Berlokasi di area sekitar Pantai Gurah, lintasan ini menyusuri zona pantai berbatu yang diyakini memiliki sistem airtanah dangkal yang dipengaruhi oleh intrusi air laut.; 2) Lintasan 2: Berada di area tengah KHDTK yang relatif datar, digunakan sebagai area kontrol untuk membandingkan hasil dari wilayah dengan vegetasi rapat dan sedikit gangguan antropogenik; 3) Lintasan 3: Terletak di kawasan Modangan, yang memiliki kondisi morfologi kompleks dengan potensi sesar lokal dan formasi batuan yang bervariasi.

Seluruh pengukuran dilakukan menggunakan peralatan geolistrik modern, dengan panjang bentangan antar elektroda disesuaikan dengan kebutuhan resolusi dan kedalaman target. Data yang diperoleh akan dianalisis lebih lanjut untuk menghasilkan model penampang 2D resistivitas yang menggambarkan karakteristik geologi bawah permukaan masing-masing lintasan.