Malang Selatan, 31 Mei 2025 — Penelitian dengan tajuk “Penilaian Ecological Sensitivity (ESI) dan Ecological Resilience Index (ERI) Menggunakan Metode Fuzzy Logic di Area Gurah, Malang Selatan” telah sukses dilaksanakan pada hari Jumat, 30 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan pendekatan berbasis kecerdasan buatan dalam kajian ekologi, dengan fokus pada kawasan pesisir yang semakin rentan terhadap tekanan lingkungan dan perubahan iklim.
Penelitian dilakukan oleh tim dari Universitas Negeri Malang yang diketuai Dr. Heni Masruroh, M,Sc. Lokasi penelitian bertempat di Area Gurah, sebuah wilayah pesisir di bagian selatan Malang yang dikenal memiliki keragaman hayati tinggi serta mengalami tekanan ekologis dari aktivitas manusia dan perubahan lanskap.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengukur tingkat Ecological Sensitivity (ESI) atau sensitivitas ekologis kawasan terhadap gangguan atau tekanan.; 2) Menilai Ecological Resilience Index (ERI), yaitu kapasitas suatu ekosistem untuk pulih dan beradaptasi setelah mengalami gangguan.; 3) Menerapkan pendekatan Fuzzy Logic untuk mengolah berbagai parameter ekologis yang bersifat kualitatif dan kuantitatif secara integratif dan adaptif.
Parameter yang diukur meliputi keragaman vegetasi, tutupan lahan, kemiringan lereng, tingkat erosi, tekanan antropogenik, serta kondisi hidrologi mikro. Data dikumpulkan melalui survei lapangan, wawancara dengan warga lokal, serta interpretasi citra satelit resolusi tinggi. Fuzzy Logic digunakan untuk menggabungkan seluruh parameter tersebut ke dalam skala indeks yang menggambarkan tingkat sensitivitas dan resiliensi ekosistem secara spasial.
Dari analisis awal, area Gurah menunjukkan tingkat sensitivitas ekologis yang tinggi terutama pada bagian lereng terbuka. Sementara itu, resiliensi ekologis relatif sedang hingga rendah, khususnya di kawasan yang telah mengalami konversi lahan secara masif. Hasil ini mengindikasikan perlunya intervensi restoratif dan penguatan tata kelola berbasis komunitas untuk menjaga keberlanjutan ekologis wilayah pesisir Gurah.
