Malang, 2–3 Mei 2026. Himpunan Mahasiswa Departemen Geografi “VOLCANO” Universitas Negeri Malang melaksanakan program kerja ACTERRA “Action for Community and Terra” di Dusun Selokerto, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kegiatan ini mengusung tema “One Move for Healthy Citrus and Zero Waste” dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan pertanian jeruk serta pemanfaatan limbah secara berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari dengan fokus kegiatan yang berbeda pada setiap harinya. Hari pertama difokuskan pada pencegahan hama lalat buah melalui pemanfaatan yellow trap, sedangkan hari kedua diarahkan pada pengolahan limbah jeruk menjadi sabun batang yang memiliki nilai guna. Kegiatan ini didukung oleh 59 panitia dan melibatkan masyarakat Dusun Selokerto sebagai peserta utama.

Pada hari pertama, kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari karang taruna petani muda Dusun Selokerto. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara sebagai pengantar pelaksanaan kegiatan. Peserta kemudian bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk pembukaan resmi. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan kondusif sejak awal pelaksanaan. Peserta menunjukkan kesiapan dan antusiasme untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh panitia.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Prof. Siti Zubaedah, S.Pd., M.Pd. Materi yang disampaikan berfokus pada pencegahan hama lalat buah pada tanaman jeruk menggunakan yellow trap kertas dan botol. Dalam penyampaiannya, pemateri menjelaskan karakteristik hama, dampaknya terhadap produktivitas tanaman jeruk, serta prinsip kerja perangkap yang memanfaatkan warna kuning sebagai daya tarik bagi lalat buah. Penyampaian materi dilakukan secara sistematis dengan bantuan media presentasi sehingga peserta lebih mudah memahami konsep yang disampaikan. Materi yang diberikan juga disesuaikan dengan kondisi pertanian yang dihadapi masyarakat setempat.

Selama sesi materi berlangsung, peserta menunjukkan partisipasi aktif melalui kegiatan tanya jawab. Pertanyaan yang diajukan berkaitan langsung dengan pengalaman peserta dalam mengelola tanaman jeruk di lapangan. Diskusi berlangsung secara interaktif sehingga tercipta komunikasi dua arah antara pemateri dan peserta. Kondisi ini membantu memperdalam pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Keterlibatan aktif peserta menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Gambar 1. Penyampaian Materi Sosialisasi Yellow Trap

Setelah sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan yellow trap sebagai bentuk penerapan langsung dari materi yang telah disampaikan. Praktik dilakukan oleh perwakilan peserta yang ditunjuk, sementara peserta lainnya mengamati jalannya proses pembuatan. Perwakilan peserta dibimbing langsung oleh panitia dalam setiap tahapan pembuatan, mulai dari persiapan bahan hingga perakitan perangkap. Metode ini tetap memberikan pengalaman belajar yang efektif karena seluruh peserta dapat memahami tahapan secara menyeluruh. Hasil dari kegiatan praktek ini berupa yellow trap yang siap digunakan untuk pengendalian hama lalat buah pada tanaman jeruk.

Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pelaksanaan praktik berlangsung. Meskipun tidak seluruh peserta terlibat secara langsung, perhatian dan keterlibatan mereka tetap terlihat melalui proses pengamatan dan diskusi. Interaksi antar peserta juga terjadi ketika mereka saling bertukar pendapat mengenai teknik yang digunakan dalam pembuatan perangkap. Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih konkret mengenai metode pengendalian hama sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan penggunaan yellow trap pada lahan pertanian masing-masing.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan fokus pada pemanfaatan limbah jeruk menjadi produk yang memiliki nilai guna. Kegiatan hari kedua diikuti oleh 10 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK Dusun Selokerto. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana, ketua umum HMD Geografi “VOLCANO”, perwakilan Departemen Geografi, serta Kepala Dusun Selokerto. Sambutan yang disampaikan menekankan pentingnya pengelolaan limbah jeruk secara tepat dan berkelanjutan sebagai upaya mengurangi limbah sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal.

Kegiatan inti hari kedua berupa penyampaian materi oleh Ibu Purwati, S.P. Materi yang disampaikan berfokus pada pengolahan limbah jeruk menjadi sabun batang yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemateri menjelaskan potensi limbah jeruk yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal serta tahapan pengolahannya menjadi produk yang bernilai guna. Penyampaian materi dilakukan secara sistematis dengan bantuan media presentasi sehingga memudahkan peserta dalam memahami setiap tahapan proses. Peserta juga menunjukkan partisipasi aktif melalui sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Gambar 2. Penyampaian Materi Pengolahan Limbah Jeruk

Setelah sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan sabun sebagai puncak kegiatan hari kedua. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mempermudah pelaksanaan praktik. Setiap kelompok didampingi oleh tim praktik dari panitia yang bertugas memberikan arahan secara langsung selama proses berlangsung. Peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan secara sistematis, mulai dari persiapan bahan hingga proses pencetakan sabun. Pendampingan tersebut membantu peserta memahami proses dengan lebih baik dan memastikan setiap tahapan dilakukan secara tepat.

Selama praktek berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Diskusi antar peserta dalam kelompok berlangsung secara intensif untuk memastikan hasil yang optimal. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis dalam pengolahan limbah. Output dari kegiatan ini berupa sabun batang berbahan dasar limbah jeruk yang dapat digunakan secara langsung oleh peserta. Hasil tersebut menunjukkan bahwa limbah jeruk memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna.

Gambar 3. Praktik Pembuatan Sabun dari Limbah Jeruk

Respons positif terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Ibu Riyati selaku Kepala Dusun Selokerto. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ACTERRA memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan limbah rumah tangga dan pertanian. “Ibu-ibu jadi tidak bingung lagi limbah jeruknya dikemanakan,” ungkapnya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan produk berbasis limbah di tingkat rumah tangga.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, panitia memberikan sertifikat kepada para pemateri sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan. Kegiatan kemudian ditutup secara resmi dalam suasana tertib dan kondusif. Dokumentasi bersama dilakukan sebagai bagian dari publikasi dan rekam kegiatan. Secara keseluruhan, pelaksanaan ACTERRA 2026 berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan, keterampilan praktis, serta pengalaman baru bagi masyarakat dalam pengelolaan pertanian dan limbah secara berkelanjutan. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata peran mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan secara langsung.

Pewarta     : Muhammad Favian Ihtisyam M. – HMD Geografi
Editor        : Mochammad Tri Herwanto, M.Pd., Gr.