Malang, 10 Mei 2026, Himpunan Mahasiswa Departemen Geografi “VOLCANO” Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan Workshop GIS 2026 di Universitas Negeri Malang, Fakultas Ilmu Sosial, Aula lt 7 Ki Hadjar Dewantara. Kegiatan ini mengusung tema “Mapping the Invisible Risk: Workshop GIS dan Penginderaan Jauh dalam Mengungkap Pola Kerawanan Gempa sebagai Fondasi Mitigasi Bencana Berbasis Spasial” dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mengenai penggunaan software GIS sebagai langkah awal dalam mengatasi dampak bencana gempa, terutama mahasiswa Geografi Universitas Negeri Malang dan masyarakat umum lainnya. Kegiatan ini diikuti oleh 131 peserta yang merupakan Mahasiswa Departemen Geografi Universitas Negeri Malang dan Umum serta didukung oleh 59 panitia yang bertugas mengkondisikan jalannya kegiatan agar tetap tertib dan terarah. Rangkaian kegiatan diawali dengan briefing panitia di kampus, kemudian dilanjutkan dengan persiapan acara di Aula lt.7 Fakultas Ilmu Sosial dan dilanjutkan pembukaan sebagai tanda dimulainya kegiatan secara resmi.
Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi oleh Geoacces Indonesia terkait software GIS dan bencana gempa bumi serta langkah mengimplementasikannya pada software GIS, dilanjutkan dengan kelas praktik software QGIS di Aula lt 7 Ki Hadjar Dewantara bagi panitia, dan melalui zoom meeting bagi peserta. Melalui pembelajaran edukatif dan tematik serta praktik langsung, peserta yang seluruhnya mahasiswa tidak hanya memahami konsep penggunaan software GIS, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi dampak bencana. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan sumber daya manusia dan inovasi teknologi mahasiswa terhadap mitigasi bencana, serta membangun pemahaman terhadap inovasi teknologi berbasis spasial. Secara lebih luas, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pengembangan penelitian dan pendidikan, khususnya mahasiswa geografi dalam meningkatkan pemahaman terhadap mitigasi bencana berbasis spasial, serta tujuan inovasi teknologi spasial melalui kegiatan Workshop GIS sebagai bentuk peningkatan inovasi teknologi spasial dalam pengembangan penelitian dan pendidikan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena mampu memberikan edukasi dan pemahaman dalam pengimplementasian GIS serta pembuatan peta secara langsung kepada mahasiswa dengan cara yang menarik dan mudah dipahami yang dapat dijadikan sebagai langkah awal dalam mitigasi bencana” ujar Widiyanto peserta Workshop GIS 2026. Kedepannya, diharapkan kegiatan Workshop GIS 2026 dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya membentuk generasi yang terbuka terhadap teknologi berbasis spasial dan memiliki ide-ide baru yang lebih inovatif dan relevan untuk masa mendatang.





Pewarta : Naufal Ari Raissa
Editor : Mochammad Tri Herwanto. M.Pd., Gr.
