Kebangkitan Nasional yang tonggaknya tong dipancangkan oleh para mahasiswa Stovia di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 dengan lahirnya Budi Utomo, semangatnya perlu dilestarikan dan diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
Selama seabad perjalanan itu berlangsung, berbagai perubahan yang fundamental telah terjadi, khususnya menyangkut sendi-sendi kehidupan berbangsa. Segala perubahan yang terjadi mengingatkan kita untuk mengenang kembali jatidiri sebagai bangsa merdeka dan bermartabat yang merupakan memorian kolektif untuk dipegang bersama sebagai pijakan untuk melangkah ke depan dengan mantap.
Berpikir dari fenomena itu para dosen Jurusan Sejarah mencoba menuangkan berbagai gagasan, pemikiran tentang perubahan dan kesinambungan yang terjadi dalam perjuangan bangsa ini merengkuh semua cita- citanya. Kondisi ini termasuk berbagai perkembangan dan kemajuan akademik dalam lingkup bidang sejarah-budaya, yang melahirkan revitalisasi dalam pengembangan materi, konsep maupun teori serta kajian-kajian dari penelitian lapangan mutakhir.
Semua itu dapat diperoleh dalam kumpulan tulisan peringatan “Seabad Kebangkitan Nasional” yang tersaji di hadapan sidang pembaca, khususnya untuk para guru, mahasiswa dan pemerhati masalah-masalah pendidikan- kebudayaan.